EnterPrime News - Dugaan aksi pelecehan seksual terhadap seorang penumpang perempuan di dalam bus Transjakarta viral di media sosial X, sebelumnya dikenal sebagai Twitter. Peristiwa tersebut disebut terjadi di armada Transjakarta Koridor 7C dengan rute Cibubur Junction–Cawang Cililitan.
Dugaan pelecehan itu mencuat setelah akun X @girlslikedonut mengunggah rekaman video yang memperlihatkan seorang pria lanjut usia diduga menyentuh paha penumpang perempuan yang duduk di sebelahnya.
Dalam video yang beredar, pria tersebut terlihat menggerakkan tangannya secara perlahan ke arah paha penumpang perempuan. Saat kejadian berlangsung, korban disebut sedang tertidur sambil memangku tas yang berisi laptop sehingga tidak menyadari tindakan tersebut.
"Bestie-ku enggak ngeh karena tidur, untungnya ada mas-mas baik yang kasih tahu kalau kakek-kakek ini ngelus-ngelus pahanya," tulis pengunggah dalam narasi video.
Dugaan tindakan tersebut diketahui setelah seorang penumpang lain menyadari apa yang terjadi. Penumpang tersebut kemudian merekam kejadian menggunakan kamera ponsel sebagai dokumentasi.
Setelah itu, korban dibangunkan dan diberi tahu mengenai tindakan yang diduga dilakukan pria tersebut.
Korban disebut baru menyadari dirinya menjadi sasaran dugaan pelecehan setelah mendapatkan informasi dari penumpang lain. Dalam unggahan tersebut, korban dikabarkan mengalami kepanikan dan trauma hingga menangis setelah mengetahui kejadian yang dialaminya.
Kejadian itu kemudian menjadi perhatian setelah rekaman video tersebar di media sosial. Pengunggah mengecam dugaan tindakan tersebut dan meminta pengelola transportasi umum meningkatkan upaya pencegahan pelecehan seksual di dalam armada.
Salah satu langkah yang didorong adalah pemberian edukasi secara berkala kepada penumpang mengenai bentuk-bentuk pelecehan seksual serta mekanisme pelaporan apabila mengalami atau menyaksikan kejadian serupa.
"Tolong Transjakarta atau pramusapa mungkin bisa beri peringatan di setiap bus bahwasanya segala bentuk pelecehan itu tidak baik dan enggak boleh dinormalisasi," tulis akun tersebut.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya keamanan dan kenyamanan penumpang di transportasi umum. Kehadiran penumpang lain yang peka terhadap situasi di sekitarnya juga dinilai dapat membantu korban ketika terjadi dugaan tindakan yang tidak semestinya.
Dugaan pelecehan di ruang publik dapat memberikan dampak psikologis terhadap korban. Karena itu, masyarakat diimbau tidak menganggap tindakan tersebut sebagai candaan atau perilaku yang dapat ditoleransi.
Penumpang yang menyaksikan dugaan pelecehan juga dapat membantu korban dengan memberikan informasi, memastikan korban berada dalam kondisi aman, serta melaporkan kejadian kepada petugas apabila diperlukan.***