Sumsel Maju Terus Untuk Semua
Media Sosial

Khutbah Jumat 18 September 2026: Menjaga Lisan dan Akhlak di Era Media Sosial

Aan Pangestu Sep 18, 2026 at 12:07 AM
Share:
Khutbah Jumat 18 September 2026: Menjaga Lisan dan Akhlak di Era Media Sosial

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ،

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya terlihat dari banyaknya ibadah yang kita lakukan, tetapi juga tercermin dari bagaimana kita menjaga perilaku, perkataan, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Artinya:

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan, yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu."*

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Ayat ini semakin penting kita renungkan di zaman sekarang. Dahulu, sebuah perkataan mungkin hanya didengar oleh beberapa orang. Tetapi hari ini, satu tulisan, satu komentar, satu foto, atau satu video dapat menyebar kepada ribuan bahkan jutaan orang hanya dalam hitungan menit.

Karena itu, jari-jari kita juga harus bertakwa kepada Allah.

Sebelum membagikan sebuah berita, kita harus bertanya: apakah berita ini benar?

Sebelum memberikan komentar, kita harus bertanya: apakah komentar ini bermanfaat?

Sebelum menyebarkan aib seseorang, kita harus bertanya: apakah Allah ridha dengan apa yang saya lakukan?

Jangan sampai kita rajin beribadah, tetapi lisan kita menyakiti orang lain. Jangan sampai kita rajin membaca Al-Qur'an, tetapi tangan kita digunakan untuk menyebarkan fitnah. Jangan sampai kita bersedekah dengan tangan kanan, tetapi tangan kita yang lain justru menyebarkan kebencian dan permusuhan melalui media sosial.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam."*

Hadis ini tidak hanya berlaku untuk ucapan yang keluar dari mulut. Dalam kehidupan digital, ia juga berlaku untuk apa yang kita tulis, ketik, unggah, bagikan, dan komentari.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Kita sering lupa bahwa setiap perkataan dan perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Allah berfirman dalam Surah Qaf ayat 18:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

"Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat."*

Maka, mari kita berhati-hati.

Jangan mudah menyebarkan berita yang belum jelas.

Jangan ikut menghina seseorang hanya karena orang lain melakukannya.

Jangan menjadikan kesalahan seseorang sebagai bahan hiburan.

Jangan membuka aib saudara kita.

Dan jangan merasa bahwa apa yang kita lakukan di dunia maya akan hilang begitu saja.

Bisa jadi sebuah unggahan telah kita hapus, tetapi orang lain sudah menyimpannya. Bisa jadi kita lupa dengan komentar yang pernah kita tulis, tetapi catatan amal kita tidak pernah lupa.

Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa seorang Muslim adalah orang yang orang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya.

Oleh karena itu, marilah kita jadikan teknologi sebagai sarana untuk menyebarkan kebaikan. Gunakan media sosial untuk berbagi ilmu, mempererat silaturahmi, membantu sesama, mengingatkan dalam kebaikan, dan menyebarkan informasi yang benar.

Jangan jadikan media sosial sebagai tempat mencari musuh.

Jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menghina.

Dan jangan menjadikan popularitas sebagai alasan untuk mengorbankan kehormatan orang lain.

Semoga Allah SWT menjaga lisan kita, menjaga tangan kita, menjaga jari-jari kita, serta menjadikan setiap perkataan dan perbuatan kita sebagai amal kebaikan.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

Comments (0)

Silakan Login untuk memberikan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!