EnterPrime News - Perjalanan Luna, siswi kelas X SMKN 1 Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menuju sekolah pada Jumat (18/9/2026) pagi berakhir tragis.
Siswi jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) tersebut meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil.
Kecelakaan terjadi ketika kawasan Kecamatan Cempaga Hulu tengah diselimuti kabut asap cukup tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kondisi asap yang mengganggu jarak pandang diduga menjadi salah satu faktor yang menyertai kecelakaan tersebut. Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari kepolisian.
Sekretaris Camat Cempaga Hulu, Ihwan Nudin, membenarkan adanya kecelakaan yang melibatkan seorang siswi SMKN 1 Cempaga Hulu.
Menurut Ihwan, Luna saat itu sedang dalam perjalanan menuju sekolah. Insiden terjadi pada pagi hari ketika kondisi jalan disebut tertutup kabut asap cukup pekat.
"Betul, kecelakaan pagi kemarin waktu dia mau berangkat sekolah SMK 1 Cempaga Hulu di Pelantaran. Kejadian saat kabut cukup pekat," ujar Ihwan, seperti dikutip dari Kalteng Pos, Selasa (22/9/2026).
Luna diketahui mengendarai sepeda motor seorang diri sebelum kendaraan yang dibawanya terlibat kecelakaan dengan mobil.
Belum diketahui secara rinci bagaimana tabrakan tersebut terjadi, termasuk posisi masing-masing kendaraan maupun faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap kecelakaan.
Usai kecelakaan, Luna sempat mendapatkan upaya pertolongan medis. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Pundu untuk memperoleh penanganan. Namun, kondisi korban saat itu sudah sangat parah sehingga nyawanya tidak dapat diselamatkan.
"Sempat dibawa ke Puskesmas Pundu. Namun kondisi sudah meninggal di tempat," kata Ihwan.
Kabar meninggalnya Luna pun menjadi duka bagi keluarga dan lingkungan sekolah. Luna diketahui merupakan siswi kelas X jurusan DKV di SMKN 1 Cempaga Hulu. Ia sedang menjalani aktivitas sekolah seperti biasa sebelum kecelakaan terjadi. Kecelakaan tersebut terjadi di tengah kondisi kabut asap yang cukup tebal di wilayah Cempaga Hulu.
Asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di kawasan tersebut. Kondisi tersebut membuat jarak pandang pengguna jalan terganggu, terutama pada pagi hari. Situasi itu diduga turut menyertai terjadinya kecelakaan yang menimpa Luna. Namun, sejauh ini belum ada kesimpulan resmi yang menyatakan bahwa kabut asap menjadi penyebab utama kecelakaan.
Polisi masih perlu melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kronologi lengkap, termasuk kondisi jalan, jarak pandang, kecepatan kendaraan, serta posisi sepeda motor dan mobil saat insiden berlangsung.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari kepolisian mengenai kronologi lengkap kecelakaan tersebut. Informasi mengenai identitas pengemudi mobil yang terlibat, kondisi pengemudi maupun penumpang kendaraan tersebut, serta kemungkinan faktor lain dalam kecelakaan juga belum disampaikan.
Penyelidikan diperlukan untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan kecelakaan hingga mengakibatkan Luna meninggal dunia. Sementara itu, keluarga dan pihak sekolah harus kehilangan seorang siswi dalam perjalanan menuju sekolah yang seharusnya menjadi aktivitas rutin pada pagi tersebut.***