Sumsel Maju Terus Untuk Semua
Media Sosial

TNI AD Buka Suara Ambruknya Jembatan Pongpet Saat Peresmia

Aan Pangestu Sep 01, 2026 at 12:30 AM
Share:
TNI AD Buka Suara Ambruknya Jembatan Pongpet Saat Peresmia

EnterPrime News - TNI Angkatan Darat (TNI AD) memberikan penjelasan terkait insiden Jembatan Gantung Pongpet di Kampung Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang mengalami kemiringan saat peresmian oleh Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, Minggu (30/8/2026).

TNI AD meluruskan pemberitaan yang menyebut jembatan tersebut ambruk. Berdasarkan penjelasan resmi Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Dispenad), struktur utama jembatan tidak mengalami keruntuhan. Kendala terjadi pada salah satu bagian sistem pengikat jembatan.

Dispenad menjelaskan, peristiwa bermula ketika sekitar 50 orang melintas secara bersamaan di atas jembatan setelah prosesi peresmian. Jumlah tersebut disebut melampaui kapasitas yang telah ditentukan untuk penggunaan jembatan.

Kondisi tersebut kemudian menyebabkan tali sling pada sisi kiri jembatan terlepas dari pengikat utama. Akibatnya, posisi jembatan menjadi miring.

“Sebagaimana diberitakan sejumlah media, kondisi tersebut disebut sebagai 'ambruknya' jembatan. Untuk meluruskan informasi tersebut, kondisi yang terjadi bukan merupakan keruntuhan atau ambruknya keseluruhan struktur jembatan,” kata Dispenad dalam keterangan resmi, Senin (31/8/2026).

Menurut TNI AD, struktur utama Jembatan Gantung Pongpet masih berada pada posisinya. Bagian yang mengalami gangguan adalah tali sling di sisi kiri yang terlepas dari sistem pengikat utama.

Sebelum jembatan digunakan, Kodim 0625/Pangandaran disebut telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai ketentuan penggunaan jembatan. Papan pemberitahuan mengenai kapasitas maksimal juga telah dipasang di sekitar lokasi.

Namun, tingginya antusiasme warga setelah prosesi peresmian membuat ketentuan tersebut tidak sepenuhnya dipatuhi. Warga secara bersamaan melintasi jembatan hingga jumlahnya melebihi kapasitas yang ditetapkan.

Peristiwa tersebut terjadi ketika jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama masyarakat bergerak menuju lokasi acara setelah prosesi pengguntingan pita oleh Bupati Pangandaran.

Pasca kejadian, Kodim 0625/Pangandaran bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pangandaran langsung melakukan penanganan terhadap kondisi jembatan.

TNI AD memastikan Jembatan Gantung Pongpet untuk sementara belum dibuka kembali bagi masyarakat. Jembatan masih menjalani perbaikan sekaligus evaluasi teknis guna memastikan keamanan dan kelayakannya.

“Jembatan saat ini belum dibuka untuk masyarakat dan masih menjalani perbaikan serta evaluasi teknis untuk memastikan keamanan dan kelayakannya sebelum kembali dapat digunakan,” jelas Dispenad.

Evaluasi teknis yang dilakukan mencakup pemeriksaan kekuatan struktur, sistem pengikat tali sling, hingga kapasitas maksimal jembatan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh komponen konstruksi berada dalam kondisi aman sebelum jembatan kembali difungsikan.

Hasil evaluasi nantinya juga akan menjadi dasar dalam penyempurnaan aturan penggunaan jembatan, termasuk pengaturan kapasitas dan tata cara melintas untuk mencegah kejadian serupa.

Jembatan Gantung Pongpet sendiri dibangun oleh Kodim 0625/Pangandaran sebagai bagian dari upaya membantu meningkatkan akses dan konektivitas masyarakat Desa Margacinta dan wilayah sekitarnya.

Keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setelah seluruh proses perbaikan dinyatakan selesai.

TNI AD menegaskan penanganan terhadap insiden tersebut dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat. Klarifikasi disampaikan agar informasi mengenai kondisi jembatan dan penyebab kejadian dapat dipahami secara utuh serta tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.***

Comments (0)

Silakan Login untuk memberikan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!