Sumsel Maju Terus Untuk Semua
Nasional

Sosok Candra Waskito, Bos Royal Phone Ambarawa yang Tewas Dirampok, Dikenal Dermawan

Aan Pangestu Aug 09, 2026 at 03:15 AM
Share:
Sosok Candra Waskito, Bos Royal Phone Ambarawa yang Tewas Dirampok, Dikenal Dermawan

EnterPrime News - Kematian Candra Waskito, pemilik konter telepon seluler Royal Phone di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga yang mengenalnya. Pria kelahiran 2001 itu ditemukan meninggal dunia setelah tempat usahanya di RT 5 RW 1, Kelurahan Pojoksari, Ambarawa, didatangi perampok pada Kamis (6/8/2026).

Dalam aksi tersebut, pelaku membawa sejumlah unit telepon seluler dari konter milik korban. Sementara itu, keberadaan Candra sempat tidak diketahui setelah peristiwa tersebut. Beberapa jam kemudian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam mobil Honda Jazz miliknya. Kendaraan tersebut ditemukan berada di wilayah Desa Trisari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.

Peristiwa itu kemudian ditangani jajaran Polres Semarang. Polisi bergerak melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta meminta keterangan sejumlah saksi. Hasil penyelidikan sementara membawa polisi kepada dua orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Keduanya berhasil diamankan dalam waktu kurang dari dua hari setelah kejadian.

Meski demikian, polisi belum mengungkap secara lengkap rangkaian peristiwa maupun motif di balik perampokan yang berujung pada kematian Candra. Di balik peristiwa tragis tersebut, Candra dikenal masyarakat sebagai sosok muda yang memiliki kepribadian baik.

Candra tercatat sebagai warga Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Sekretaris Desa Wirogomo, Slamet Sunar, membenarkan bahwa korban merupakan warga desa setempat. Menurut Slamet, Candra selama ini menjalani aktivitas sehari-hari dengan membagi waktunya antara tempat tinggal dan konter telepon seluler miliknya di Ambarawa.

"Mas Candra asli warga sini. Dia setiap kerja pulangnya dua hari sekali," ujar Slamet.

Ia mengatakan, Candra terkadang menginap di konternya dan pada kesempatan lain pulang ke rumah yang dimilikinya di Ambarawa.

"Kadang nginep di konter, kadang nginep di rumah sendiri (di Ambarawa). Beli rumah di situ, baru direhab," lanjutnya.

Slamet juga mengenang Candra sebagai pemuda yang ramah, sopan, dan mudah bergaul dengan masyarakat. Menurutnya, korban tidak hanya dikenal karena pekerjaannya sebagai pengusaha konter telepon seluler, tetapi juga karena kepeduliannya terhadap orang-orang di sekitarnya.

"Mas Candra itu orangnya bagus, ramah, sopan, sumeh, bahkan dia sama siapa pun dia sering berbuat baik," ungkap Slamet.

Kebaikan Candra, kata Slamet, salah satunya terlihat dari kebiasaannya menyisihkan sebagian hasil pekerjaannya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Bahkan, ketika mendapatkan hasil lebih dari pekerjaannya, korban disebut kerap membagikannya dalam bentuk sedekah kepada lansia maupun anak-anak.

"Bilamana dia bekerja mendapatkan hasil yang lebih itu sering bagi-bagi untuk sedekah untuk lansia, untuk anak-anak," tuturnya.

Jenazah Candra kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Lemahabang, Dusun Seseh, Desa Wirogomo, pada Jumat (7/8/2026) pagi. Kepergian Candra meninggalkan duka bagi keluarga, kerabat, hingga masyarakat yang pernah berinteraksi dengannya.

Kabar mengenai kematiannya juga menyebar luas melalui media sosial. Akun Instagram Royal Phone Ambarawa turut menjadi tempat masyarakat menyampaikan belasungkawa. Sejumlah warganet mengaku memiliki pengalaman pribadi dengan korban, termasuk pernah mendapatkan pelayanan dan potongan harga ketika membeli telepon seluler di konter miliknya.

"Turut berduka cita mas, terima kasih dulu pernah ngasih saya diskon lumayan gede, semoga tenang di sana ya mas," tulis salah satu warganet.

Komentar lainnya mengenang kebaikan Candra yang disebut pernah rela mengantarkan telepon seluler kepada pelanggan meski dalam kondisi hujan.

"Mas Chandra suwun biyen diskone hape lan rela hujan hujan nganter hape nek omahku, swargi langgeng ya mas can sampean orang baik," tulis warganet lainnya.

Tidak sedikit pula warganet yang berharap aparat kepolisian segera mengungkap seluruh fakta di balik kasus tersebut dan memberikan keadilan bagi korban.

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, polisi langsung melakukan penyelidikan setelah menerima laporan mengenai dugaan perampokan di konter milik korban. Petugas kemudian melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang dianggap mengetahui atau memiliki informasi terkait kejadian tersebut. Dari rangkaian penyelidikan itu, tim gabungan Polres Semarang berhasil mengamankan dua orang yang diduga berkaitan dengan kasus kematian Candra.

"Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari dua hari, tim gabungan berhasil mengamankan dua terduga pelaku," kata Heru.

Namun, hingga saat ini polisi belum menyampaikan secara rinci identitas kedua terduga pelaku maupun peran masing-masing dalam peristiwa tersebut. Kapolres mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap fakta hukum secara utuh.

"Saat ini, seluruh fakta hukum masih terus kami dalami," ujarnya.

Penyidik juga masih mengembangkan perkara, termasuk mendalami motif, kronologi lengkap, serta kemungkinan adanya fakta lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.

"Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah proses penyidikan memperoleh fakta yang lengkap," kata Heru.

Polisi memastikan proses penyelidikan masih berlangsung. Pengungkapan secara menyeluruh diharapkan dapat menjelaskan rangkaian peristiwa mulai dari aksi perampokan di konter Royal Phone hingga ditemukannya Candra Waskito meninggal dunia di dalam mobil miliknya.***

Comments (0)

Silakan Login untuk memberikan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!