EnterPrime News - Pemerintah Kabupaten Lahat menunjukkan respons terhadap persoalan kekeringan dan keterbatasan akses air bersih yang dialami masyarakat di Kecamatan Pajar Bulan. Bupati Lahat H. Bursah Zarnubi bersama Wakil Bupati Widya Ningsih menaruh perhatian terhadap kondisi warga di tiga desa yang terdampak kekeringan.
Persoalan tersebut mencuat setelah adanya survei awal dan laporan masyarakat yang diterima pada 14 Maret 2026. Informasi mengenai kesulitan memperoleh air bersih tersebut dikoordinasikan oleh Kepala Desa Sukabumi bersama Jhon Hendri selaku tokoh masyarakat Kecamatan Pajar Bulan.
Dari hasil pemantauan dan laporan yang diterima, terdapat tiga desa yang menghadapi persoalan ketersediaan air bersih akibat kondisi kekeringan, yakni Desa Pulau Panggung, Desa Sukabumi, dan Desa Bantunan.
Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Lahat. Bupati Bursah Zarnubi dan Wakil Bupati Widya Ningsih merespons laporan tersebut dengan mendorong penanganan yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga diarahkan pada penyediaan solusi jangka panjang.
Sebagai bentuk respons terhadap keluhan masyarakat, Bupati Lahat Bursah Zarnubi turun langsung ke wilayah terdampak untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus mendengarkan aspirasi warga.
Peninjauan lapangan dilakukan pada 16 Agustus 2026. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah unsur pemerintah daerah dan perwakilan masyarakat.
Dalam kunjungan itu, Bursah didampingi Anggota DPRD dari daerah pemilihan (Dapil) 6, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Perikanan, camat setempat, kepala desa dari tiga wilayah terdampak, serta tokoh masyarakat.
Kehadiran jajaran pemerintah dan legislatif di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya memastikan persoalan yang dihadapi warga dapat dilihat secara langsung, sekaligus memperoleh gambaran mengenai kebutuhan penanganan di lapangan.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Bursah berdialog dengan masyarakat dan tokoh setempat. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk mendengar secara langsung pengalaman warga menghadapi keterbatasan air bersih selama kondisi kekeringan.
Pemerintah daerah juga melakukan pemetaan terhadap kondisi di wilayah terdampak guna menentukan langkah yang dinilai paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hasil peninjauan tersebut selanjutnya menjadi bahan koordinasi antara Pemkab Lahat, DPRD, Dinas PUPR, Dinas Perikanan, pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa.
Sinergi lintas sektor diperlukan agar persoalan ketersediaan air bersih tidak hanya ditangani secara temporer, tetapi dapat diselesaikan melalui pembangunan sarana dan prasarana yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
Pemerintah Kabupaten Lahat memastikan persoalan kekeringan yang berdampak terhadap Desa Pulau Panggung, Sukabumi, dan Bantunan akan ditindaklanjuti.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan dan pembahasan yang dilakukan, pembangunan infrastruktur untuk mendukung penanganan persoalan air bersih tersebut direncanakan mulai dikerjakan pada 2027. Rencana pembangunan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi persoalan ketersediaan air yang berulang ketika terjadi musim kering.
Pembangunan infrastruktur air juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan air di wilayah terdampak sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara lebih berkelanjutan.
Respons Pemkab Lahat terhadap persoalan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian dalam pembangunan daerah. Peninjauan langsung oleh kepala daerah juga diharapkan dapat memastikan perencanaan pembangunan benar-benar berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Dengan adanya koordinasi antara pemerintah daerah, DPRD, perangkat daerah, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat, rencana pembangunan infrastruktur air diharapkan dapat berjalan sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat bagi warga di tiga desa terdampak.
Pemerintah Kabupaten Lahat menegaskan penanganan kebutuhan dasar masyarakat tidak berhenti pada respons terhadap keluhan, tetapi harus dilanjutkan dengan program yang memberikan manfaat jangka panjang. Rencana pembangunan infrastruktur air pada 2027 pun diharapkan menjadi langkah konkret untuk meningkatkan akses air bersih sekaligus mendukung kualitas hidup masyarakat Kecamatan Pajar Bulan.***