Sumsel Maju Terus Untuk Semua
Nasional

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU Periode 2026-2031, Ini Rekam Jejak KH Abdul Hakim Mahfudz

Aan Pangestu Sep 01, 2026 at 12:13 AM
Share:
Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU Periode 2026-2031, Ini Rekam Jejak KH Abdul Hakim Mahfudz

EnterPrime News - KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmah 2026-2031.

Keputusan tersebut dihasilkan melalui musyawarah Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam rangkaian Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama. Hasil musyawarah kemudian dibacakan di hadapan para peserta muktamar oleh salah satu anggota AHWA, KH Anwar Iskandar.

Setelah melakukan pembahasan terhadap lima nama calon yang diajukan, anggota AHWA secara mufakat menetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode lima tahun mendatang.

“Setelah melakukan musyawarah dari lima nama calon yang diajukan, maka anggota Ahlul Halli wal Aqdi secara mufakat memutuskan untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2026–2031,” kata KH Anwar Iskandar saat membacakan hasil rapat AHWA.

Terpilihnya Gus Kikin menandai dimulainya masa kepemimpinan baru di organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Gus Kikin dikenal sebagai seorang ulama sekaligus memiliki pengalaman di dunia usaha. Ia juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng. Latar belakang kehidupannya tidak terlepas dari lingkungan pendidikan pesantren. Gus Kikin lahir dan tumbuh di lingkungan Pondok Pesantren Sunan Ampel, Jombang.

Pendidikan keagamaannya ditempuh di lingkungan pesantren. Selain belajar di Pondok Pesantren Sunan Ampel, ia juga menimba ilmu di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Seblak, Jombang. Sementara pendidikan formalnya dimulai di Madrasah Ibtida'iyah Parimono pada periode 1963 hingga 1970. Setelah itu, Gus Kikin melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 1 Jombang pada 1971-1973 dan kemudian menempuh pendidikan di SMA Negeri 2 Jombang pada 1974-1977.

Usai menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta. Dalam perjalanan pendidikannya, Gus Kikin juga tercatat melanjutkan pendidikan di Universitas Terbuka dengan mengambil bidang komunikasi pada 2013.

Sebelum dikenal luas melalui kiprahnya di lingkungan pesantren dan organisasi, Gus Kikin memiliki pengalaman panjang di dunia pelayaran. Setelah menyelesaikan pendidikan dan menjalani praktik pelayaran selama beberapa tahun, ia bergabung dengan perusahaan pelayaran Djakarta Lloyd.

Kariernya terus berkembang. Pada 1988, saat berusia sekitar 30 tahun, Gus Kikin dipercaya memimpin Djakarta Lloyd cabang Kota Cilegon. Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu bekalnya untuk mengembangkan usaha di berbagai bidang.

Pada 1998, Gus Kikin mulai mendirikan sejumlah perusahaan di Surabaya. Perkembangan bisnisnya berlanjut dengan pembukaan kantor di Jakarta pada tahun 2000. Sejumlah perusahaan yang didirikannya bergerak dalam berbagai sektor, mulai dari transportasi, pelayaran, kontraktor minyak dan gas, teknologi informasi hingga media.

Beberapa di antaranya adalah Bama Buana Sakti yang bergerak di bidang transportasi, Bama Bhakti Samudra di bidang pelayaran, Bama Bumi Sentosa di sektor kontraktor migas, Bama Bali Sejahtera di bidang teknologi informasi, serta Bama Berita Sarana yang bergerak dalam industri media televisi.

Hingga saat ini, jumlah perusahaan yang berada dalam jaringan usaha yang didirikannya disebut telah mencapai 22 perusahaan. Selain dunia pendidikan, pelayaran, dan bisnis, Gus Kikin juga memiliki pengalaman dalam sektor minyak dan gas bumi.

Salah satu pengembangan usaha energi yang dijalankan berada di Kabupaten Sumenep, dengan pengelolaan sumber daya gas menjadi bagian dari aktivitas bisnis di sektor tersebut. Salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang minyak dan gas adalah PT Energi Mineral Langgeng.

Dengan latar belakang sebagai ulama, pengasuh pesantren, serta pengalaman di berbagai bidang profesional dan usaha, Gus Kikin kini mendapat amanah baru untuk memimpin PBNU periode 2026-2031.

Kepemimpinannya diharapkan membawa Nahdlatul Ulama terus berperan dalam kehidupan keagamaan, sosial, pendidikan, serta pembangunan bangsa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia ke depan.***

Comments (0)

Silakan Login untuk memberikan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!