Sumsel Maju Terus Untuk Semua
Nasional

RSUD Soekardjo Tasikmalaya Diguyur Rating Bintang Satu, Warganet Soroti Dugaan Penghinaan Pasien BPJS

Aan Pangestu Aug 07, 2026 at 12:47 AM
Share:
RSUD Soekardjo Tasikmalaya Diguyur Rating Bintang Satu, Warganet Soroti Dugaan Penghinaan Pasien BPJS

EnterPrime News - RSUD dr. Soekardjo, Kota Tasikmalaya, menjadi sorotan publik setelah kolom ulasan rumah sakit tersebut di Google Maps dipenuhi komentar negatif dari warganet. Gelombang kritik muncul setelah beredar informasi mengenai dugaan tindakan tidak pantas yang dilakukan oknum tenaga kesehatan dan salah satu pegawai rumah sakit terhadap seorang pasien BPJS bernama Yurizal.

Sebagai bentuk protes, sejumlah pengguna media sosial memberikan rating satu bintang kepada RSUD dr. Soekardjo. Tidak sedikit pula warganet yang menuliskan komentar bernada kecewa dan mengkritik pelayanan rumah sakit tersebut.

Berdasarkan penelusuran pada Kamis (6/8/2026), kolom ulasan Google Maps RSUD dr. Soekardjo terlihat dipenuhi komentar dari masyarakat yang menyoroti kasus tersebut. Sejumlah pengguna Google Maps memberikan rating terendah sebagai bentuk kekecewaan terhadap dugaan penghinaan yang dialami Yurizal.

Selain memberikan bintang satu, beberapa warganet juga mengajak masyarakat mempertimbangkan fasilitas kesehatan lain untuk mendapatkan pelayanan medis. Ada pula pengguna yang mengaku merasa khawatir untuk berobat di rumah sakit tersebut setelah mengetahui persoalan yang tengah menjadi perhatian publik.

Gelombang komentar tersebut membuat reputasi RSUD dr. Soekardjo di platform digital ikut terdampak. Tak hanya membanjiri kolom ulasan, sejumlah pengguna juga terlihat menambahkan sebutan "Dokter Nirempati" pada nama rumah sakit di Google Maps.

Perubahan tersebut merupakan bagian dari respons warganet terhadap kasus yang sedang ramai diperbincangkan. Direktur Utama RSUD dr. Soekardjo, dr. Budi Trimadi, turut memberikan tanggapan mengenai persoalan tersebut.

Budi menyayangkan sikap salah satu staf administrasi rumah sakit, Norma Zahara, yang diduga melontarkan pernyataan menghina terhadap pasien BPJS, Yurizal. Menurut Budi, tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap yang seharusnya dimiliki oleh petugas rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Ia menilai perilaku tersebut dapat memberikan dampak buruk terhadap citra RSUD dr. Soekardjo yang selama ini dibangun melalui kerja keras dalam waktu panjang. Budi menyebut reputasi rumah sakit telah dibangun dengan berbagai upaya dan pelayanan selama bertahun-tahun. Karena itu, tindakan seorang individu dinilai berpotensi memberikan dampak terhadap kepercayaan masyarakat terhadap institusi secara keseluruhan.

Di tengah ramainya kritik publik, Norma Zahara telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga Yurizal. Norma mengakui bahwa pernyataan yang disampaikannya merupakan tindakan yang tidak pantas. Ia juga menyatakan penyesalan atas kejadian tersebut.

Selain meminta maaf, Norma mengaku siap menghadapi konsekuensi maupun sanksi yang mungkin diberikan pihak rumah sakit atas tindakannya. Sikap tersebut disampaikan setelah persoalan yang melibatkan dirinya menjadi perhatian luas di media sosial.

Meski mengaku siap mempertanggungjawabkan perbuatannya, Norma juga meminta masyarakat tidak membawa persoalan tersebut ke ranah kehidupan pribadi keluarganya. Ia berharap kritik terhadap dirinya tidak berkembang menjadi serangan terhadap anggota keluarganya yang tidak berkaitan dengan persoalan tersebut.

Permintaan itu disampaikan di tengah derasnya komentar publik yang muncul setelah kasus tersebut viral di media sosial. Munculnya gelombang rating bintang satu menunjukkan bagaimana sebuah kasus pelayanan dapat dengan cepat memengaruhi persepsi publik terhadap institusi melalui media sosial dan platform digital.

Bagi rumah sakit, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut tindakan individu, tetapi juga berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan secara keseluruhan.

Pihak RSUD dr. Soekardjo kini menghadapi tantangan untuk memastikan persoalan tersebut ditangani secara profesional sekaligus menjaga kualitas pelayanan kepada seluruh pasien tanpa membedakan latar belakang maupun jenis kepesertaan jaminan kesehatan.

Sementara itu, respons warganet terhadap kasus tersebut masih terus bermunculan di berbagai platform digital. Publik juga menantikan langkah lanjutan dari pihak rumah sakit terkait dugaan tindakan tidak pantas yang dilakukan pegawainya.***

Comments (0)

Silakan Login untuk memberikan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!